Oleh: Angelina Yuwono

80% sistem kekebalan tubuh kita dibentuk oleh sistem kekebalan yang terdapat pada usus kita. Salah satu yang memengaruhi usus dalam pembentukan kekebalan tubuh adalah mikrobiota atau bakteri yang normal berada di tubuh kita. Pada awal kehidupan, bakteri di usus masih memiliki variasi yang lebih sedikit. Variasi bakteri usus ini akan mengalami perkembangan sampai akhirnya memiliki susunan seperti orang dewasa pada usia 3 tahun. Komposisi bakteri usus yang normal penting bagi kesehatan bayi, kekebalan bayi, dan diduga memengaruhi status kesehatan kedepannya. Hal tersebut menjadi sangat penting untuk optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan anak terutama pada usia 2-3 tahun pertama kehidupannya.

Hubungan bakteri di usus dengan ASI

Spesies bakteri yang paling banyak ditemukan pada usus antara lain Bifidobacterium dan Lactobacillus dan sudah terbukti memiliki efek meningkatkan kesehatan. Air Susu Ibu (ASI) memiliki kandungan oligosakarida yang merupakan suatu karbohidrat yang tidak dapat dicerna. Oligosakarida tidak menjadi sumber energi pada bayi, namun digunakan untuk perkembangan bakteri Bifidobacterium.

Kolonisasi usus oleh bakteri ini berkaitan dengan penurunan risiko penyakit alergi dan peningkatan berat badan yang berlebihan. Adanya fungsi ini menjelaskan penurunan kemungkinan obesitas pada bayi yang mengkonsumsi ASI.

Apa itu probiotik? Apakah diperlukan untuk bayi?

Probiotik adalah suatu preparat mikroba/bakteri yang memiliki efek menguntungkan bagi kesehatan. Probiotik dapat meningkatkan kekebalan tubuh dengan cara menstimulasi respon imunitas di dalam tubuh. Probiotik sudah dinyatakan aman oleh Food and Agriculture Organization (FAO), termasuk pada neonatus atau bayi baru lahir. Banyak penelitian mengenai penggunaan probiotik pada bayi dan menunjukan hasil yang menjanjikan dalam pencegahan dan pengobatan penyakit seperti diare dan alergi. Adanya penambahan probiotik pada bayi selama periode menyusui dapat meningkatkan maturasi imunitas usus.

Beberapa fungsi probiotik

World Allergy Organization merekomendasikan untuk memberikan penambahan probiotik selama masa menyusui pada bayi yang memiliki risiko alergi. Hal senada juga disarankan oleh World Gastroenterology Organization yang menyatakan pemberian probiotik dapat mencegah dermatitis atopik (eksim).

Adanya penambahan probiotik akan meningkatkan perlindungan terhadap infeksi saluran cerna seperti infeksi rotavirus. Probiotik juga meningkatkan respons imun terhadap vaksinasi. Beberapa penelitian menyatakan penambahan probiotik akan memicu respons imun terhadap vaksinasi, sehingga kekebalan yang terbentuk semakin optimal. Tentu saja, kombinasi ASI dan probiotik akan membuat perkembangan mikrobiota usus semakin maksimal sehingga sistem kekebalan tubuh akan lebih baik dan akan meningkatkan kesehatan bayi saat ini dan di masa yang akan datang.

Referensi

Xiao L, Ding G, Ding Y, et al. Effect of probiotics on digestibility and immunity in infants. 2017;0(January).

Soh SE, Qi D, Ong R, et al. Effect of probiotic supplementation in the first 6 months of life on specific antibody responses to infant Hepatitis B vaccination. 2010;28:2577-2579. doi:10.1016/j.vaccine.2010.01.020.

Rautava S. Early microbial contact , the breast milk microbiome and child health. 2017;7(2016):5-14. doi:10.1017/S2040174415001233.

Rinne M, Kalliomaki M, Arvilommi H, Salminen S, Isolauri E. Effect of Probiotics and Breastfeeding on the Bifidobacterium and Lactobacillus/Enterococcus Microbiota and Humoral Immune Responses. 2005.

Fiocchi A, Pawankar R, Cuello-garcia C, et al. World Allergy Organization-McMaster University Guidelines for Allergic Disease Prevention (GLAD-P): Probiotics. 2015:1-13. doi:10.1186/s40413-015-0055-2.

Rinne M, Kalliomaki M, Airvilommi H, Salminen S, Isolauri E. Effect of Probiotics and Breastfeeding on the. 2005.